Kamis, 12 Januari 2012

Dampak Perkembangan Teknologi (IPTEK)

Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak bertanggung jawaab.
Berbicara tentang dampak dari perkembangan IPTEK, maka kita akan dihadapka pada berbagai bidang, bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini peyang dapat dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK, seperti yang kita lihat sekarang ini, semua orang dalam kehidupannya sehari-hari hampir tidak bisa lepas dari teknologi, seorang dosen kalau pergi ke kampus tidak lupa membawa, laptop dan LCD, setiap orang selalu berdampingan dengan HP, saat jam istirahat di rumah, selalu ditemani dengan tayangan Televisi, dan lain sebagainya, kesemuanya itu hanya sebagian kecil dari pengaruh perkembangan yang ditimbulkan oleh IPTEK.
Sebagai contoh PSS saat ini mengidentifikasi bahwa penyalahgunaan senjata nuklir, kimia, biologi dan radiologi serta WMO lain merupakan merupakan salah satu klaster ancaman bersama bagi umat manusia. Padahal hal tersebut merupakan hasil pemikiran manusia yang genius. Apalagi kalau perkembangan tersebut bersinergi negative dengan bahaya terhadap keamanan lain, baik yang bersifat simetrik seperti antar Negara maupun bahaya asimetrik seperti terorisme dan kejahatan transnasional terorganisasi yang disponsori oleh “nonstate actors”. Hal tersebut tidak hanya membahayakan Negara sebagai kesatuan (statecentric), tetapi juga membahayakan keamanan manusia (human security). (Sofyan Sauri, 2009).
Dengan adanya perkembangan IPTEK manusia medapatkan berbagai kemudahan dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Bahkan saat sekarang ini hampir setiap orang itu tidak bisa terpisah dari adanya teknologi, setiap orang memanfaatkan alat komunikasi langsung jarak jauh seperti HP untuk berhubungan dengan orang lain yang berjauhan. Orang kalau ingin bepergian ke luar negeri tidak lagi memerlukan waktu yang lama, karena mereka tinggal naik pesawat terbang, dengan beberapa menit saja mereka sudah sampai di tempat tujuan yang dituju, selain itu berbagai kegiatan yang pada awalnya dilakukan dengan menggunakan banyak tenaga manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya perkembangan IPTEK semuanya itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat daripada menggunakan tenaga manusia secara manual.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK, manusia sangat banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga harus sadar akan adanya berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan oleh adanya perkembangan IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan bagi manusia itu sendiri.
Diantara bidang yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK adalah: bidang pendidikan, bidang informasi dan komunikasi, bidang ekonomi dan industri, dan bidang politik. Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai dampak perkembangan IPTEK tersebut, berikut akan dijelaskan mengenai dampak IPTEK tersebu.
1. Bidang Pendidikan
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu: Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan) Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau computer. (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Robin Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa: (1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat musik, (5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar.
Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari kita sering dijumpai adanya pemanfaatan dari perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, seperti yang sering dilakukan oleh guru yaitu mengkombinasikan alat teknologi dalam proses pembelajaran.
Internet merupakan merupakan salah satu alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh lupa bahwa teknologi itu tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan juga akan dapat mendatangkan dampak negative, inilah yang harus tetap kita waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering kita lihat dimana-mana banyak para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan pasilitas teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat mendatangkan dampak yang negatif.
Beberapa dampak positif dan negative dari perkembangan teknologi terkait dengan dunia pendidikan, yaitu:
a. Dampak positif
1) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Seperti jaringan internet, lab computer sekolah, dll.
Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru di sekolah, tetapi mereka juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.
2) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.
3) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
4) Adanya sistem pengolahan data hasil penelitian yang menggunakan pemampaatan teknologi.
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugas yang dulunga dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti computer, yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program yang telah diinstalkan.
5) Pemenuhan kebutuhan akan pasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat.
Dalam bidang pendidikan tentu ada banyak hal dan bahan yanga harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu pengandaan soal ujian. Dengan adanya mesin photocopy, untuk memenuhi kebutuhan akan adanya jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau itu dilakukan dengan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi mesin photocopy, semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat.
Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu:
1) Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik
2) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / kompleks
3) Mempercepat proses yang lama
4) Mengahadirkan peristiwa yang jarang terjadi
5) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau di luar jangkauan
b. Dampak negatif
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain:
1) Siswa menjadi malas belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa jadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk berinternetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seprti main Facebook, Chating, Frienster, dll, yang kesemuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2) Terjadinya pelanggaran asosila
Sering kita dengan diberita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asosila dilakukan oleh seorang siswa terhadap siswa lainnya, seperti terjadinya tauran antar pelajar, terjadinya priseks, dll.
3) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan yang dapat disalah gunakan oleh siswa.
Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat menimbulkan adanya berbagai perilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk main game, main VS, main Facebook, Chating lewat internet. Sehingga yang semula waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga jam belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa bahkan mahasiswa.
4) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas.
Dengan adanya pasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat internet dan mengkopi paste, sehingga siswa semakin menjadi malas belajar.
5) Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam.
Selama ini sering kita melihat dan mendengan di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
6) Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif, namun pada akhirnya seringkali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan. Contohnya, seorang heker, dengan kemampuannya melakukan penerobosan system sebuah kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok langsung ke bank atau ke kantor, cukup dengan melakukan pembobolan terhadap system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya.
7) Adanya penyalahgunaan sistem pengolahan data yang menggunakan teknologi.
Dengan adanya pengolahan data dengan sistem teknologi, sering kali kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan hanya untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan kebenaran hasil penelitian yang dilakukan.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme

  • Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
  • Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
  • Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
    1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
    2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
    3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

  • Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
    1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
    2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
    3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
    4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
    5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.


  • Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
  • Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

KAB.KEDIRI-Awas!!! Narkoba Rasa Permen dan Aroma Tinta Pensil

Lembaga pendidikan menjadi incaran pengedar narkoba. Para pelaku semakin canggih dalam memasarkan obat-obatan terlarang, guna merusak generasi muda bangsa. Mereka mengemas narkoba menjadi jajanan supaya aksinya tidak terendus petugas. Demikian disampaikan Kanit Binmas Polsek Banyakan Aiptu Rusdiyanto saat memberikan penyuluhan narkoba kepada para siswa-siswi SDN Jabon II.

"Oleh karena itu, peran serta guru dan orang tua sangat penting. Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas dari polisi dan petugas BNN (Badan Narkotika Nasional), tetapi kewajiba semua pihak,"ujar Rusdiyanto, dihadapan puluhan siswa-siswi dan anggota IV, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, selaku pengemas acara.

Masih kata Rusdiyanto, peredaran narkoba dengan cara mengemas obat-obatan terlarang menjadi jajanan, menjadi modus operandi baru. Bahkan, pelaku kejahatan narkoba tidak segan-segan "menjejali" anak-anak secara gratis. "Guru dan orang tua harus waspada. Anak yang terkontaminasi narkoba yang dikemas pada janan ini menimbulkan reaksi, anak-anak menjadi berkeringat dan suhu badannnya agak tinggi. Apabila anak terus memperoleh zat ini, bisa menimbulkan efek kecanduan serta menjadi beringas, selalu menentang," terangnya.

Selain modus jajan, imbuhnya, narkoba juga dikemas dalam bentuk tinta pensil yang berbau harum. Tujuannya, anak-anak bisa mencium aroma yang ditimbulkan dari tinta tersebut, sehingga menjadi kecanduan. "Ada seorang anak di sekitar desa ini yang saat ini harus berurusan dengan pihak yang berwajib karena terlibat dalam peredaran narkoba. Ini menjadi bukti jika peredaran narkoba sudah merambah ke dunia pendidikan. Harga narkoba yang murah serta mudahnya memperoleh barang terlarang itu, menjadi faktor utama maraknya peredaran narkoba," tegasnya.

Terpisah, Kepala SDN Jabon II Endang Sri Astuti, S.Pd berpesan kepada semua anak didiknya agar selalu mewaspadai terhadap orang asing yang menawarkan sesuatu. Bisa jadi, barang yang ditawarkan tersebut adalah obat-obatan terlarang. "Kami selalu memberikan pembekalan kepada anak-anak. Selain itu, kami juga kerap berpesan kepada wali murid dan komite supaya bisa menjaga dan mengawasi anak didik," ungkapnya.

Disisi lain, perwakilan mahasiswa Nanang M mengaku, lemahnya pengawasan dari orang tua dan lingkungan yang kurang dinamis menjadi faktor utama masuknya narkoba ke anak didik. Untuk itu, peranan dari guru sangat vital.

Acara penyuluhan narkoba ke siswa-siswi SDN Jabon II sendiri merupakan salah satu program yang dicanangkan kelompok IV KKN tahun 2011 yang bertempat di Dusun Manukan, Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Kalangan akademisi yang juga berasal dari para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) serta Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN)

Bentrok Pilkada Puncak Coba Diselesaikan Secara Adat

JAKARTA - Meskipun diupayakan penyelesaian secara adat dalam kasus bentrok Pilkada Puncak Jaya, Papua, namun polisi tetap berupaya memburu tersangka dalam insiden ini.

"Kami tetap mencari pelakunya. Tapi agar tidak berkembang, kami minta bantu tokoh-tokoh adat supaya bisa mereda," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Rabu (3/8/2011).

Anton menambahkan, peranan para tokoh adat sangat penting untuk mendamaikan kedua pihak sesuai dengan aturan adat setempat.

"Karena tokoh-tokoh adat berperan untuk masalah seperti ini. kami tidak ingin berkembang saling menyerang lagi," kata Anton.

Dia menegaskan, polisi juga akan memeriksa tokoh dari kedua kubu yakni Thomas dan Alom. "Ya tentu akan dimintai keterangan, tapi sekarang belum. Nanti saya cek lagi. Yang jelas sekarang baru 8 saksi tersebut. Tapi semua akan dimintai keterangan," tutupnya.

Bentrok antara kubu Thomas dan Alom terjadi dua kali. Yaitu pada 30 Juli dan 31 Juli 2011 lalu. Peristiwa ini menewaskan 19 orang dan 1 orang luka-luka. Pemicunya adalah perkara Pemilukada.

Pada Sabtu 30 Juli 2011 sekira pukul 15.00 WIT, Simon Alom tengah melakukan pendaftaran ke kantor KPU sebagai bakal calon Bupati Puncak. Namun berkasnya ditolak lantaran Thomas Tabuni sebagai Ketua Partai Gerindra mencabut dukungannya kepada Alom.

Selanjutnya massa pendukung Alom marah dan menyerang massa Thomas Tabuni sehingga terjadi bentrok. Pasukan Brimob BKO dan anggota Polsek Ilaga, Kabupaten Puncak, sempat menghalau kedua kelompok tersebut agar tidak saling serang. Namun keadaan tak terkendali lantaran kedua kubu perang dengan menggunakan panah dan batu.

Bahkan seorang anggota Brimob Bripda Frans terkena anak panah. Dalam bentrokan ini 2 orang meninggal dan 1 luka.

Selanjutnya, keesokan harinya pada 31 Juli 2011 sekira pukul 06.30 WIT di lokasi yang sama kembali terjadi bentrokan saling serang kedua kubu yang mengakibatkan rumah Tabuni, mobil dinas dan sebuah Honay (rumah adat Papua) rusak parah. Kantor KPU setempat pun tak luput dibakar massa.

Dalam insiden ini 17 orang tewas. Sebanyak 13 orang dari kubu Thomas dan empat orang dari kubu Alom. Korban keseluruhan dari kedua belah pihak sebanyak 19 orang dan 1 orang luka-luka.

94% Masyarakat Indonesia Mengidap Depresi

Survei yang dilakukan Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) menyebutkan sekitar 94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi dari mulai tingkat ringan hingga paling berat.
“Sekarang ini disinyalir kesehatan mental bangsa ini sudah sangat rendah, kawan-kawan dari PDSKJ melakukan penelitian yang menyebutkan 94 persen masyarakat Indonesia mengidap depresi ringan sampai berat. Itu angka yang sangat besar,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fachmi Idris.
Fachmi menyebutkan contoh dari sikap depresi masyarakat antara lain terlihat pada ketidakkepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Mendasar dari kondisi seperti itu, dan menyongsong seabad Kebangkitan Nasional pada 2008 dan seabad kiprah dokter Indonesia, IDI memiliki program untuk melakukan revitalisasi peran dokter Indonesia tidak lagi sebagai “agent of treatment” (pelayan kesehatan fisik) tetapi juga menjadi “agent of change” (agen perubahan) untuk memperbaiki kondisi mental dan sosial masyarakat.
“Karena sehat bukan saja fisik tetapi mental dan sosial, sehingga dokter harus jadi `agent of change` dengan mengintervensi kondisi bangsa ini, seperti dengan sistem yang ditata lebih baik sehingga bangsa Indonesia menjadi sehat secara fisik, mental dan sosial,” katanya.
Fachmi menjelaskan, revitalisasi pelayanan yang dilakukan adalah dengan mengubah sistem pelayanan dokter di tingkat dasar, dengan mengubah peran Puskesmas menjadi dokter keluarga.
“Pelayanan kedokteran tidak lagi dilakukan melalui Puskesmas, diganti dokter keluarga, yaitu satu entitas dokter yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat menjaga 2.500 orang, sehingga ada `personal care` yang menonjol,” katanya.
Dengan dokter keluarga, lanjutnya kondisi pasien secara indivindual akan diketahui secara mendalam baik dari sisi fisik, mental, dan sosial dengan dokter yang mendatangi ke rumah pasien.
Namun, menurutnya hal ini hanya bisa berjalan apabila sistem jaminan sosial sudah berjalan dengan sistem asuransi kesehatan seperti yang sekarang sudah berjalan, namun belum menyentuh masyarakat yang bekerja di sektor informal dan petani.
Sejalan dengan itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Sapari mengatakan akan untuk mendukung program IDI dengan membenahi sistem pembiayaan kesehatan yang saat ini sedang digodok pemerintah agar masyarakat yang bekerja di sektor informal memiliki asuransi kesehatan.
“Kita sedang godok itu dan sekarang sudah 70 persen. Kita jadwalkan tahun 2009 sekurangnya 75 persen dari populasi masyarakat memiliki asuransi kesehatan,” katanya. (yz, Sumber: Antara)

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SEMPURNA

Yang mengatakan bahawa manusia itu adalah makhluk paling sempurna ialah Allah
sendiri.

... Paling sempurna hendaklah dilihat dari segi perbandingan. Maksudnya dibandingkan
dengan makhluk makhluk yang lain, maka manusialah yang paling sempurna. Tiada yang dapat menandinginya dari segi kesempurnaan itu. Ini bermakna manusia itu lebih
sempurna dari Malaikat, Iblis, Bulan, Matahari , Bintang Bintang malah dari kesemua
makhluk yang ada.

Berdasarkan kehidupan kita sendiri dan apa yang kita lihat di-sekeliling kita berkaitan
manusia lain, kenyataan Allah Tuhan kita ini amat pelik bagi kita. Betapa tidak. Hidup kita didunia ini, penuh dengan kesusahan dan kepayahan. Dalam hal mencari rezeki sahaja kita terkial-kial. Sempurna apakah kita ini ? Dunia pula menjadi haru biru kerana manusia itu atas sifat tamak halobanya sentiasa berbunuh-bunuhan. Kehidupan anak anak muda kita, penuh kekayalan dengan penyalahgunaan dadah dan mengamalkan seks bebas ?

Maka adalah jelas pada pandangan zahir kita bahawa hidup dan kehidupan manusia itu penuh dengan kelemahan dan kekecewaan, tidak sempurna dan tidak bahagia.
Bertentangan dengan kenyataan diatas Allah pula menegaskan bahawa manusia itu ialah makhluk paling sempurnaNYA. Berdasarkan Iman dan Tauhid kita, mustahil Firman Allah itu tidak benar. Maka percayalah kita bahawa manusia itu paling sempurna tanpa faham sedikitpun maksud sebenar kenyataan Allah itu.

Jadi apakah jawapannya ? Hanya Ilmu Allah sahaja yang mengetahui dan dapat memberi jawapan. Dan ilmu itu ialah Ilmu Hakikat Allah. Dari segi akal kita manusia itu lebih sempurna dari Malaikat, Jin, Syaitan dan Iblis kerana manusia itu ada Jasadnya, yang tersebut terdahulu tiada berjasad.

Manusia itu lebih sempurna kerana Malaikat hanya dapat berbuat kebaikan manakala
Iblis hanya dapat berbuat jahat. Manusia pula boleh melakukan kedua-duanya yaitu baik dan jahat.

Ilmu Hakikat menjelaskan bahawa Kesempurnaan manusia itu terletak pada Hakikatnya atau Diri Hakikinya bukan manusia yang berbadan dan bernyawa. Kita berikanlah nama baru untuk menunjukkan perbezaan. Perkataan kita ialah INSAN. Pada Insanlah letaknya Kesempurnaan itu. Manusia itu jadi susah, haru biru, sesat dan tidak bahagia kerana SALAH MENJALANI KEHIDUPAN. Ini adalah kerana KEJAHILAN manusia itu sendiri kerana tidak mengenal Dirinya. Maka bergantunglah ia kepada Benda Mati dan bukan kepada Benda Hidup. Hidupnya dengan menggunakan tenaga yang sedikit sedangkan tenaga yang membuatkan dirinya SEMPURNA itu tidak diketahuinya.

Kisah Batu Ajaib Ponari Sang Dukun Cilik

Apa sebenarnya batu ajaib milik Ponari, dukun cilik asal Megaluh, Jombang, yang aksinya mencengangkan Jawa Timur itu?

Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini  memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukan pertengahan Januari lalu.

Kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Ponari dalam ceritanya beberapa waktu lalu mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat hujan deras mengguyur desanya.

Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.

Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.

PASIEN PERTAMA

Siapa "pasien" pertama Muhammad Ponari? Bocah yang namanya melejit bak artis itu pertama kali menyembuhkan tetangga yang muntah dan sakit panas.

Mendengar cerita Ponari tentang penemuan batu ajaib itu, Kasim, sang ayah, menganggap anaknya hanya membual. Bahkan, neneknya, Mbok Legi, membuang batu tersebut di rumpun bambu. Namun, aneh, ketika sang nenek kembali ke rumah, batu itu sudah berada di tempat semula. Padahal, lokasi rumpun bambu itu berjarak sekitar 100 meter dari rumah.

Beberapa hari kemudian, tetangga mereka mengalami sakit panas dan muntah-muntah. Tanpa ada yang meminta, Ponari membawa batu ajaib dan memasukkannya ke segelas air putih, kemudian diminumkan kepada tetangga yang sakit.

Ajaib, beberapa jam kemudian, tetangga tadi sembuh total. Bermula dari sinilah, kemudian kabar cepat beredar dari mulut ke mulut, dan akhirnya setiap hari rumah keluarga Ponari didatangi ribuan pengunjung.

Sumber : kompas